charmingfarming.com – Rasa sebuah daerah sering kali lebih mudah diingat daripada pemandangannya. Anda mungkin lupa nama jalan, tetapi tidak akan lupa aroma gudeg di pagi hari Yogyakarta atau kuah pekat coto yang mengepul di warung Makassar.
Indonesia punya kekayaan kuliner yang hampir mustahil dituntaskan dalam satu perjalanan. Karena itu, artikel ini tidak mencoba menyebut semuanya. Ia memandu Anda lewat hidangan ikonik dari berbagai penjuru Nusantara, cerita di baliknya, dan cara berburunya agar pengalaman Anda lebih bermakna.
Mengapa Makanan Khas Daerah Layak Diburu
Makanan daerah bukan sekadar menu. Ia lahir dari bahan yang tersedia di tempat itu, dari cara hidup orang-orangnya, dan dari sejarah panjang pertemuan budaya. Rendang berkembang sebagai bekal perantau. Papeda lahir dari sagu yang menjadi pangan pokok. Rawon menyimpan kisah tentang dapur rakyat yang akhirnya dicintai banyak kalangan.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sendiri sejak lama menetapkan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia sebagai bahan promosi dan diplomasi budaya. Daftar resmi itu hanya pintu masuk. Setiap daerah punya hidangan yang tidak kalah menarik.
Perjalanan Rasa dari Barat ke Timur
Sumatera: Rendang dan Pempek
Rendang (Sumatera Barat) adalah hidangan Minangkabau yang daging dan rempahnya dimasak berjam-jam bersama santan sampai bumbunya mengering dan teksturnya pekat. Kata “rendang” dikaitkan dengan kegiatan merandang, yaitu memasak santan perlahan sampai kering. Karena awet, rendang menjadi bekal masyarakat Minang saat merantau, dan di masa lalu dalam upacara adat sering dimasak dengan daging kerbau. Rempahnya antara lain cabai, bawang, jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun kunyit, daun jeruk, dan asam kandis. Rendang telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia oleh kementerian yang membidangi kebudayaan, dan pernah dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak dunia dalam daftar yang dirilis CNN Travel.
Pempek (Sumatera Selatan) adalah olahan ikan dan tepung tapioka atau sagu yang khas Palembang. Daya tariknya ada pada kuah cuko, saus asam, manis, pedas, dan gurih yang menyatukan semuanya. Cobalah beberapa jenis dalam satu piring supaya Anda merasakan tekstur yang berbeda.
Jawa: Gudeg, Rawon, dan Soto
Gudeg (Yogyakarta) membuat kota ini dijuluki Kota Gudeg. Bahannya nangka muda yang dimasak perlahan dengan santan dan gula merah hingga berwarna cokelat dan beraroma manis gurih. Variasinya banyak: gudeg kering, gudeg basah, gudeg manggar dari bunga kelapa, gudeg mercon yang pedas, hingga gudeg koyor dengan lemak sapi. Dua sentra yang sering disebut adalah kawasan Wijilan dan Barek.
Rawon (Jawa Timur) adalah sup daging sapi dengan kuah hitam pekat dan rasa yang dalam. Daging dimasak perlahan sampai empuk. Hidangan ini beberapa kali disebut sebagai sup terbaik dunia dalam peringkat TasteAtlas. Jangan lupa tambahan khasnya: tauge pendek, sambal, dan telur asin.
Soto. Hampir setiap daerah punya soto sendiri. Soto ayam Lamongan terkenal dengan koya gurihnya, sedangkan soto Banjar dari Kalimantan Selatan memiliki kuah bening yang harum rempah.
Bali dan Nusa Tenggara
Sate lilit (Bali) memakai daging cincang berbumbu yang dililitkan pada batang, bukan ditusuk, sehingga teksturnya lembut dan harum asap. Babi guling adalah hidangan ikonik Bali yang tidak halal. Jika Anda ingin mendalaminya, ia pantas dikejar sebagai tujuan tersendiri. Ayam taliwang dari Nusa Tenggara Barat menawarkan ayam bakar dengan bumbu pedas yang kuat.
Kalimantan dan Riau
Kalimantan menyimpan kuliner yang unik, seperti iwak pakasam, ikan yang difermentasi dengan garam dan beras, dan masakan berbahan umbut rotan muda. Dari Riau, gulai ikan patin menyuguhkan kuah kuning kental dari santan dan rempah.
Sulawesi: Coto Makassar
Coto Makassar (Sulawesi Selatan) adalah sup daging berkuah kental dengan banyak rempah. Menurut Kementerian Pariwisata, hidangan ini sudah dikenal sejak era Kerajaan Gowa. Biasanya dimakan dengan burasa atau ketupat. Perlu diingat, coto lazimnya memakai jeroan, jadi tanyakan dulu jika Anda tidak menyukainya atau punya pantangan. Bumbunya juga dapat mengandung kacang, sehingga penderita alergi perlu bertanya.
Maluku dan Papua
Papeda dengan ikan kuah kuning adalah makanan pokok masyarakat Papua dan Maluku yang terbuat dari sagu murni. Teksturnya licin dan lengket, dimakan bersama ikan berkuah kuning yang segar dan asam. Ada juga ikan bakar dengan sambal pedas dari Manokwari. Bagi yang pertama kali mencoba, tekstur papeda mungkin terasa asing, tetapi justru di situlah keseruannya.
Ringkasan Hidangan
| Hidangan | Daerah | Ciri khas |
|---|---|---|
| Rendang | Sumatera Barat | Daging berbumbu rempah dimasak lama dengan santan sampai kering |
| Pempek | Sumatera Selatan | Olahan ikan dan sagu dengan saus cuko |
| Gudeg | Yogyakarta | Nangka muda manis-gurih, dimasak lama dengan santan dan gula |
| Rawon | Jawa Timur | Sup daging berkuah hitam pekat |
| Sate lilit | Bali | Daging cincang dililitkan, harum asap |
| Coto Makassar | Sulawesi Selatan | Sup daging kental dan kaya rempah |
| Papeda ikan kuah kuning | Papua dan Maluku | Bubur sagu dengan kuah ikan kuning |
Tips Berburu Kuliner Daerah
1. Makan di tempat asalnya. Hidangan yang sama bisa terasa berbeda di luar daerahnya karena bahan, air, dan teknik. Rasakan di sumbernya jika ada kesempatan.
2. Tanya warga setempat. Penjual, sopir, atau pemilik penginapan sering tahu warung yang tidak masuk daftar populer. Mereka juga bisa menjelaskan cara memakan hidangan yang belum Anda kenal.
3. Perhatikan waktu. Banyak warung hanya buka pagi atau habis sebelum sore. Datang lebih awal untuk hidangan seperti gudeg atau soto.
4. Pilih tempat ramai dan masakan yang baru dimasak. Ini tidak menjamin keamanan, tetapi perputaran yang tinggi biasanya berarti bahan lebih segar. Pilih hidangan yang disajikan panas.
5. Ketahui pantangan Anda. Sebagian besar kuliner Indonesia disebut mayoritas halal, tetapi tidak semuanya, misalnya babi guling di Bali. Tanyakan bahan jika Anda menjalankan pantangan keagamaan atau punya alergi, terutama kacang, makanan laut, dan jeroan.
6. Pesan porsi kecil dan berbagi. Dengan begitu Anda bisa mencicipi lebih banyak jenis dalam satu hari.
7. Sesuaikan kadar pedas. Rasa pedas di tiap daerah berbeda. Minta sambal terpisah bila ragu.
8. Catat dan bandingkan. Tulis nama warung, harga, dan kesan Anda. Catatan kecil membantu saat nanti Anda ingin kembali atau merekomendasikan.
Menghormati Tradisi di Balik Piring
Menikmati kuliner daerah juga berarti menghargainya. Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:
- Coba hidangan dalam bentuk aslinya sebelum menambahkan modifikasi.
- Belajar sedikit tentang makna atau cerita hidangan itu.
- Beli langsung dari pelaku usaha lokal agar manfaatnya dirasakan warga setempat.
- Hormati tata cara makan yang berbeda, misalnya makan dengan tangan pada sebagian hidangan.
Mulai dari Satu Daerah
Anda tidak perlu menyelesaikan seluruh peta kuliner Nusantara. Pilih satu daerah yang paling ingin Anda kunjungi, atau satu hidangan yang paling membuat penasaran, lalu rancang perjalanan di sekitar itu. Dari sana, satu hidangan akan membawa Anda ke hidangan berikutnya, dan setiap suapan akan menjadi cara kecil untuk mengenal Indonesia lebih dalam.